Penerapan Diagram Simpal Kausal (CLD) OlehTasya Nurul Laily(2103015116)

PENERAPAN DIAGRAM SIMPAL KAUSAL (CLD)


Pendahuluan

Berdasarkan jurnal (Kholil M., 2007) dapat dipelajari penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabelvariabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.


Subsistem Diagram Simpal Kausal

Dari diagram simpal kausal (CLD) kondisi perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang telah dibuat, maka model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, Yaitu :

  1. Sub Sistem Pasar 
  2. Sub Sistem Konsumsi
  3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan 
  4. Sub Sistem SDM


1. Sub Model Pasar/Penjualan

Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain. 

Pasar akan meningkat dipengaruhi oleh laju konsumsi. Besarnya laju konsumsi dipengaruhi oleh besarnya konsumen rumah tangga dan besarnya permintaan industri pengolahan ikan. Besar pasar sektor Perikanan ini akan menjadikan pendapatan asli (PAD)daerah meningkat lewat restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Sejalan dengan hal tersebut diatas akan meningkat pula Produk Domestik Bruto daerah tersebut (PDRB). 


2. Sub Model Konsumen Rumah Tangga 

Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.


3. Sub Model Jumlah Tangkapan

Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran) Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten. Sementara jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.


4. Sub Model SDM

Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian. 

Jumlah penduduk dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi. Emigrasi penduduk terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak .Selain Emigrasi adapula penduduk yang datang dan menetap Kabupaten Konawea Selatan. Karena merupakan Kota Kabupaten baru banyak pekerja pendatang yang menetap dan menjadi penduduk permanen di wilayah ini.


Diagram Simpal Kausal Keseluruhan


10 Soal serta jawaban essay

Soal 1: Jelaskan pendahuluan dari penggunaan diagram Simpal Kausal dalam konteks perikanan di Kabupaten Konawe Selatan berdasarkan jurnal (Kholil M., 2007)!

Jawaban 1: Pendahuluan menjelaskan penggunaan diagram Simpal Kausal dalam menghubungkan variabel-variabel yang membentuk model sistem perikanan di Kabupaten Konawe Selatan. Model ini direpresentasikan dalam bentuk diagram Simpal Kausal, dengan dasar pembuatan model mental yang mencerminkan kondisi nyata perikanan di wilayah tersebut.

Soal 2: Sebutkan empat subsistem yang ada dalam diagram Simpal Kausal kondisi perikanan di Kabupaten Konawe Selatan!

Jawaban 2: Empat subsistem dalam diagram Simpal Kausal kondisi perikanan di Kabupaten Konawe Selatan adalah Sub Sistem Pasar, Sub Sistem Konsumsi, Sub Sistem Jumlah Tangkapan, dan Sub Sistem SDM.

Soal 3: Jelaskan Sub Model Pasar/Penjualan dalam diagram Simpal Kausal, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya!

Jawaban 3: Sub Model Pasar/Penjualan terdiri dari Stock dan Flow yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, jumlah tangkapan, industri pengolahan, dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawe Selatan. Pasar akan meningkat seiring dengan laju konsumsi, yang dipengaruhi oleh konsumen rumah tangga dan permintaan industri pengolahan ikan.

Soal 4: Bagaimana Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dalam diagram Simpal Kausal?

Jawaban 4: Sub Model Konsumen Rumah Tangga dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga, yang dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen rumah tangga. Besarnya laju konsumen rumah tangga bergantung pada jumlah rumah tangga dan harga ikan.

Soal 5: Gambarkan Sub Sistem Jumlah Tangkapan dalam diagram Simpal Kausal beserta faktor-faktor yang mempengaruhi!

Jawaban 5: Sub Sistem Jumlah Tangkapan menggambarkan jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) yang dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan sebagai Flow (Aliran). Faktor-faktor yang mempengaruhi laju penangkapan termasuk potensi kelautan, alat tangkap, dan sumber daya manusia yang kompeten.

Soal 6: Apa yang dimaksud dengan Sub Model SDM dalam konteks diagram Simpal Kausal perikanan Kabupaten Konawe Selatan?

Jawaban 6: Sub Model SDM (Sumber Daya Manusia) menggambarkan populasi penduduk di Kabupaten Konawe Selatan, yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi. Data langsung digunakan untuk menghitung fraksi kelahiran dan kematian dalam model ini.

Soal 7: Bagaimana Sub Sistem Pasar dapat berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Bruto (PDRB) di Kabupaten Konawe Selatan?

Jawaban 7: Sub Sistem Pasar berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Produk Domestik Bruto (PDRB) dengan meningkatkan pasar sektor perikanan melalui restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan laju konsumsi dan permintaan industri pengolahan ikan.

Soal 8: Apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju konsumsi dalam Sub Model Pasar/Penjualan?

Jawaban 8: Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju konsumsi dalam Sub Model Pasar/Penjualan mencakup besarnya konsumen rumah tangga, jumlah tangkapan, industri pengolahan ikan, dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawe Selatan.

Soal 9: Jelaskan bagaimana jumlah tangkapan dalam Sub Sistem Jumlah Tangkapan dapat mempengaruhi industri pengolahan ikan!

Jawaban 9: Jumlah tangkapan dalam Sub Sistem Jumlah Tangkapan sebagai Stock (Level) dapat mempengaruhi industri pengolahan ikan melalui laju penangkapan ikan sebagai Flow (Aliran). Ketersediaan bahan baku dari hasil tangkapan ini akan memengaruhi aktivitas industri pengolahan ikan.

Soal 10: Apa saja faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah penduduk dalam Sub Model SDM Kabupaten Konawe Selatan?

Jawaban 10: Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah penduduk dalam Sub Model SDM mencakup kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi. Emigrasi terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak, sementara imigrasi melibatkan penduduk yang datang dan menetap di Kabupaten Konawe Selatan.


Nama: Tasya Nurul Laily
Kelas:5B
NIM: 2103015116

 Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah  sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Dasar dan Contoh Simulasi Antrian oleh Tasya Nurul Laily [2103015116]

Contoh Contoh Simulasi Oleh Tasya Nurul Laily[2103015116]